Cacing merupakan hewan yang tidak asing lagi, memang cacing banyak
bagi orang merupakan hewan yang menjijikan. Namun, angapan itu bisa mulai anda
rubah sekarang, cacing yang semula merupakan hewan menjijikkan sekarang bisa
menjadi bisnis yang cukup menguntungkan. Disinilah kitra sebagai seorang
penggagas harus bangun untuk memulai segala aktifitas yang hebat ini. aktifitas
yang hebat haruslah dilandasi niat yang kuat.
Spesifikasi Cacing Lumbricus
Cacing lumbricus merupakan jenis hewan hemafrodit, dikatakan
hemafrodit dalam satu tubuh terdapat dua kelamin. tentunya dengan diketahui hal
tersebut cacing merupakn hewan yang mudah sekali untuk dibiakkan. dilandasi hal
inilah tentunya akan menjadi bisnis yang juga menguntungkan. selainitu tubuh
cacing banyak mengandung protein, tentunya sangat baik untuk pakan ternak.
Landasan Bisnis
- Berlandaskan
kecepatan pertumbuhan cacing yang dapat menjadi 2-3 kali lipat dalam satu
bulan tentunya bisa menjadi komoditas.
- Berdasarkan
aspek kebutuhan saat ini cacing dibutuhkan berbagai aspek, adapun aspek
dari hewan bertubuh mungil tersebut diantaranya, aspek kandungan protein
yang tinggi hampir 50% berat cacing mengandung protein yang tinggi, selain
itu cacing dapat dijadikan obat, yang sudah tidak asing lagi yakni obat
penyakit tifus, dan untuk bahan campuran dalam pembuatan kosmetik, melihat
akan kebutuhan pasar yang tinggi ini tentunya banyak perusahaan yang
membutuhkannya bukan?
- Pemasaran
dari aspek kebutuhan cacing yang tinggi tersebut tentunya tersedia pasar
yang tinggi pula karena banyak yang membutuhkan, bisnis yang baik itu
dilandaskan pada kebutuhan.
Harga,
karena menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan cacing lumbricus per kg hingga
mencapai harga 50rb
Cara Budidaya Cacing
Lumbricus
PERSIAPAN
MEDIA
1. Masukkan
pupuk kandang dan serbuk gergaji ke dalam media dengan komposisi 50:50
2. Tambahkan
air, agar campurannya lembab.Lalu aduk
3. Setiap
hari disiram dengan air sedikit, diaduk trus untuk menjaga kelembabannya
sehingga mempercepat proses pembusukan media.
4. Jangan
biarkan media kering, jaga terus kelembabannya. pastikan suhu medianya
tidak panas
5. Letakkan
media ditempat yang teduh.
6. Setelah
7 hari, benih cacing sudah bisa dimasukkan.
PAKAN
CACING
1. Berupa
sayur-sayur busuk yang sudah dihancurkan
2. Ampas
tahu lebih baik
3. Bekas
nasi yang sudah ditumbuk.
4. Limbah
organic lainnya yang sudah membusuk
KOMPOSISI
PAKAN
Komposisinya
adalah 1:1, untuk 1 kg cacing diberikan 300 gram pakannya. Namun untuk awal
pembudidayaan secukupnya saja, karena media yang sudah kita siapkan merupa
makanan juga bagi cacing. Diberikan setiap 1 x sehari, baiknya sore hari
sekitar jam 16.00 sd 18.00
PENABURAN
BIBIT
Bibit
cacing di tabur ketika media sudah matang, indicator minimalnya adalah suhu
media tidak panas. Masukkan cacing ke permukaan media, tunggu sekitar 15-30
menit. Jika cacing menuju lapisan bawah media dan tidak ke permukaan lagi
rentang waktu tersebut, maka media sudah bagus, benih bisa
dimasukkan lebih banyak sesuai keinginan. Pemberian pakan 1-2 hari setelah benih
ditabur
KOMPOSISI
BENIH DAN MEDIA
Untuk
1 m persegi dengan ketinggian media 10-20 cm bisa dimasukkan sekitar 2 kg cacing.
PEMELIHARAAN
Pastikan
media lembab tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah, dengan menyemprotkan
air setiap sore hari
Beri
pakan cacing setiap sore sebanyak cacing yang di tabur komposisi 1:1. Untuk
awal produksi, beri pakan secukupnya saja.Setiap 2-3 minggu sekali media diaduk
agar kadar oksigen tersedia di media cacing. Adukan juga meminimalisir
pengerasan media sehingga media selalu gembur.
BEKAS
CACING (KASCING)
Kotoran
cacing sering disebut kascing, kascing bermanfaat sebagai nutrisi terutama
tanaman hortikultura. Kascing juga bernilai ekonomis karena dijual di berbagai
toko pertanian.
SORTIR
Penyortiran
bisa dilakukan setelah kokon menetas, indikatornya adalah banyak ditemukan
anakan cacing yang halus kecil di dalam media. Pemisahan dapat dilakukan dengan
cara membagi 2 media. Setengah media ditinggalkan dan setengah lagi dipindahkan
ke wadah yang lain, lalu di tambahkan media secukupnya. Biasa dilakukan sekitar
2-3 bulan setelah tabur benih.
HAMA
CACING
Hama
cacing yang sering ditemui adalah semut, kutu/serangga kecil biasanya berwarna
merah atau putih, katak, tikus, ular, unggas dan kadal.
TEKNIS
PENGENDALIAN
Semut
Cacing
yang mati mengundang semut untuk dating, jadi jika ditemukan cacing yang mati
segera dibuang. Gunakan kapur ajaib dan coretkan di sekitar media untuk
mengurangi jumlah semut yang berada di media.
Kutu/serangga
kecil
Serangga
kecil menggangu kokon dan bayi cacing yang baru menetas, jika jumlahnya kecil
maka tidak terlalu berpengaruh. Namun jika jumlahnya missal baiknya media
diganti dengan yang baru.
Katak/kodok/kadal
Tak
terpikir oleh saya katak dan kadal juga makan cacing, mereka senang berdiam
diri di media cacing. Usir atau ditangkap kodok/kadalnya. Jauhkan dari media.
Unggas
Cacing
sangat digemari oleh unggas terutama dari jenis burung dan ayam. Jauhkan dari
unggas.
Tikus
Tikus
senang mengacak-ngacak media cacing. Baiknya media dikondisikan jangan terlalu
dekat dengan media tanah. Beri cairan oli/minyak disekitar tiang media.
Sehingga tikus harus berenang melewati oli dahulu sebelum menuju media cacing
PANEN
Panen
cacing biasanya 2-3 bulan setelah benih ditabur. Tumpahkan media ke media
terpal yang sudah dihampar. Lalu ratakan setipis mungkin. Sehingga cacing mudah
dan cepat diangkat. Bantuan terik matahari juga mempercepat proses pemanenan
tapi jangan terlalu lama.
PASCA
PANEN
Cacing
yang sudah dipisahkan dimasukkan ke serbuk gergaji yang sudah direndam. Namun
biarkan serbuk gergaji kering terlebih dahulu.lalu Masukkan ke
kantong kain dan siap kirim ke lokasi lain. Cacing mampu bertahan hingga 12-18 jam dalam
perjalanan.
Referensi :

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar